Skip to main content

Posts

Bagi Tips Kompre, dong!

Postingan  ini dibuat karena banyaknya pesan yang masuk melalui inbox, whatsapp, dan media online lainnya, yang kurang lebih isinya: bagi tips kompre, dong! Bagi kamu kamu yang bukan dari jurusan farmasi/apoteker mungkin bingung kompre itu apa. Gini, kompre adalah singkatan gaul untuk Ujian Komprehensif, yaitu ujian yang harus ditempuh teman-teman mahasiswa profesi apoteker sebagai salah satu syarat lulus dapet gelar “Apt”. Iya, gitu aja. Berhubung keburu kompre, mari kita cekidot aja. Sebelumnya, saya bukan alumni sekolah motivator-motivator yang menggebu-gebu itu yah, saya adalah mantan mahasiswa farmasi yang kebetulan udah pernah merasakan nikmatnya ujian kompre, udah itu aja. Kalo saya nih ya, saya anggap kompre itu sebagai moment “manggung” setelah latihan yang intensif 3-4 bulan sebelumnya. Lah, buat apa sih latihan kalo akhirnya nggak manggung juga? Makanya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan biar saat manggung di hari H semuanya okeh, keceh badeh buat everibad...

Kembali ke Cermin

Bagian tersedih seseorang dalam hidup bisa jadi karena menjadi penyebab kesedihan orang lain. Yang sebenarnya tanpanya seseorang bisa jauh lebih baik dari apa yang ada sekarang atau di masa lalu. Dan saat paling bahagia dalam hidup seseorang ketika dia telah mampu melepaskan tali ikatannya ke orang lain yang dia beri beban. Beban virtual yang memaksanya bertahan dan tidak bisa melepaskan padahal mau. Dan mungkin, bagian terberat dari hidup seseorang adalah dengan merelakan. Yang membuat bahagia seringkali terasa berat. Padahal amat mudah bagi mereka yang mau berterimakasih kepada sisa-sisa. Dan bebaslah, bebas. Ya kalau mau bersih-bersih, sih. 

Someday I'll Thank Them

Akhir-akhir ini saya sering merenung bahwa hal-hal yang terjadi pada kehidupan kita setiap hari itu bukannya tanpa alasan. Saya termasuk orang yang tidak percaya pada kebetulan. Kebetulan itu juga pilih-pilih. Alloh saja akan menurunkan hujan di tempat yang sudah siap ditanami. Dan nantinya, percaya atau tidak kita akan berterimakasih kepada setiap “pretelan” adegan hidup kita. Ada yang manis, tapi banyak juga yang pahit. Berterimakasih untuk hal yang pahit? Iya, karena pahit itu obat, dan obat itu menyembuhkan. Orang tua yang terkadang menolak permintaan “sak dheg sak nyet” (istilah dalam Bahasa Jawa yang berarti sekali minta harus langsung dipenuhi). Setelah dewasa, saya baru menyadari betapa jumawanya kit akalau saja saat itu orang tua selalu meloloskn permintaan kita. Kebiasaan itu bisa saja terbawa sampai sekarang dan turut andil dalam menciptkan sifat “bossy” nantinya. Apa-apa harus selalu nomor satu. One more lesson, kita diajarkan bagaimana cara mendapatkan hal yang kita ...

point of no return

Ada saat di mana kita hanya butuh jalan terus, maju ke depan, terus, terus dan tanpa peduli apa yang akan kita temui dengan mengambil risiko terus maju. Mungkin ada pilihan mundur, dengan mundur mungkin kita bisa mengulang apa yang sudah kita lewatkan dan mengambil sisa-sisa yang berserakan untuk disatukan kembali. Mungkin dengan mundur kita bisa tahu kesalahan kita telah melewatkan beberapa kesempatan penting. Mungkin dengan mundur kita bisa tahu yang mana kawan sebenarnya dan yang mana kawan jadi-jadian. Mungkin dengan mundur kita bisa tahu segalanya, bisa melihat lebih dekat, lebih jelas. Tapi keputusan memilih untuk berjalan terus, tidak dipilih semua orang. Jalan terus, walau dengan bekal seadanya. Jalan terus, dan siap dibasuh dengan cercaan, hinaan. Jalan terus, demi yang sudah ada di ujung sana. Jalan terus, demi memeluk hal-hal menakjubkan tak terduga di sudut sana. Jalan terus, demi waktu yang tidak pernah manja minta istirahat. Jala terus, demi bumi yang tidak pernah ...

Parikan ala arek Suroboyo

Kata orang, boleh aja kita meninggalkan, tapi kenangan nggak akan terlupakan. Dua setengah bulan di Surabaya membuat saya menemukan banyak hal baru. Mulai lingkungan baru, sahabat-sahabat baru, hati yang baru #eh, sampai menemukan akun twitter baru, hahaha. Oke, jadi gini, waktu itu saya sedang cari akun twitternya @infosurabaya biasalah setiap kota akun-akun dengan nama @infojogja @infoJKT dan info-info yang lain selalu ngetwit berita terupdate seputar kota yang bersangkutan. Bukannya @infosurbaya yang ketemu justru saya dipertemukan lebih dahulu dengan akun @aslisuroboyo yang sebulan terakhir ini membuat dahi saya sering dipegang oleh teman sekamar karena.......... yap, ketawa-ketawa nggak jelas saat buka twitter. Mau tau alasan ketawa-ketawa sendirian ini? Setelah baca ini silakan liat timeline @aslisuroboyo dengan hashtag #parikanRek. Dan buat kamu-kamu yang belum bergabung di twitter world, ini, dengan sukarela saya tuliskan beberapa twit gombal tingkat Keukenhoff dari akun yang s...

Dalam Dekapan Ukhuwah - Back Cover

karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu wasiat Sang Nabi rasanya berat sekali : "Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara" mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja menjadi kepompong dan menyendiri berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam bertafakur bersama, iman yang menerangi hati hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia Lalu dengan rindu kita kembali ke dekapan ukhuwah  mengambil cinta dari langit dan menebarkannya ke bumi dengan persaudaraan suci, sebening prasangka, selembut nurani sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji - Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A Fillah - 

When Will Smith Met Angelo

Ready or not, we'll meet two kinds of people today and then. Those who build us up and ones who tear us down. But in the end, we'll say thank to them both for helping us to be a better person day by day. Whatever the weather is, always bring our own sunshine.  Be bright, not in a bright place.