Skip to main content

Bagi Tips Kompre, dong!

Postingan  ini dibuat karena banyaknya pesan yang masuk melalui inbox, whatsapp, dan media online lainnya, yang kurang lebih isinya: bagi tips kompre, dong! Bagi kamu kamu yang bukan dari jurusan farmasi/apoteker mungkin bingung kompre itu apa. Gini, kompre adalah singkatan gaul untuk Ujian Komprehensif, yaitu ujian yang harus ditempuh teman-teman mahasiswa profesi apoteker sebagai salah satu syarat lulus dapet gelar “Apt”. Iya, gitu aja.

Berhubung keburu kompre, mari kita cekidot aja. Sebelumnya, saya bukan alumni sekolah motivator-motivator yang menggebu-gebu itu yah, saya adalah mantan mahasiswa farmasi yang kebetulan udah pernah merasakan nikmatnya ujian kompre, udah itu aja.

Kalo saya nih ya, saya anggap kompre itu sebagai moment “manggung” setelah latihan yang intensif 3-4 bulan sebelumnya. Lah, buat apa sih latihan kalo akhirnya nggak manggung juga? Makanya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan biar saat manggung di hari H semuanya okeh, keceh badeh buat everibadeh.

1.       Pastikan kamu menguasai materi yang kamu tulis di laporan. Iya dong ya, kamu harus bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditulis di laporan. Mau itu laporan hasil mikir sendiri, mau yang ngerjain semua temen (semoga tidak), mau copas dari kakak tingkat (ah, ini pasti juga enggak :p), penguji tidak mau tau itu. Mereka taunya kamu adalah penulis masterpiece yang bernama “Laporan PKPA” itu. Penguji tidak alan menerima excuse : itu kebetulan bukan bagian saya, Pak.  Okesip?! 
2.       Pastikan tau tempat dan waktu ujian kompre. Kayaknya sih sepele ya, tapi sempat lho ada teman yang ujian dapat giliran pertama, eh dianya nggak tau dan belum mandi ditambah lagi tidak tahu TKP-nya di mana. Hal-hal seperti ini yang harus diantisipasi. Luangkan waktu sehari atau dua hari sebelumnya untuk mengecek dan memastikan lagi mau ujian hari apa, jam berapa, pengujinya siapa, di ruang apa. Bukan batu besar yang bikin orang kesandung kan? Kerikil tuh yang seringkali bikin kejlungup. 
3.       Datang tepat waktu dan berpakaian yang sopan tapi nyaman. Ini sih udah pasti  ya, mau nggak mau, kamu harus datang paling telat 30 menit sebelum ujian kompre mulai. Kenapa? Kampus, staf admin, penguji itu juga bisa labil lho. Kamu nggak tau kan kalo tiba-tiba ada pergantian jadwal, ganti penguji, atau durasi per mahasiswa yang harusnya sejam tiba-tiba dapet diskon jadi 15 menit? Ada? Ada! Dan, kalo nggak biasa pake heels nggak usah pake yang 9 cm deh. Pake flat shoes nggak membuat kamu nggak boleh masuk ruang kompre kok. Ciyus! :p 
4.       Berprinsiplah semua penguji itu sama. Tidak usah terlalu lebay kalo dapet penguji yang kata kakak temen, atau kakak tingkat atau kata rumput serem. Yaelah bro, beliau-beliau ini manusia biasa. Pernah jadi mahasiswa juga. Sekejam-kejamnya penguji sedikit banyak itu hanya menguji seberapa jauh kita bertahan. Ya namanya juga penguji. You live by the day, not yesterday even tomorrow. Jadi buktikan aja sendiri, jangan percaya gosip rumput yang bergoyang. 
5.       Do the best and let God Do the rest. Usaha, usaha, usaha serta doa, doa, doa. Minta doa restu orang tua. 
Udah. Segitu aja. Aku tak pandai berpanjang-panjang kata. Suksesmu bukan ditentukan dalam sehari melainkan bagaimana kamu menikmati prosesmu. It’s not about the destination but the journey. Break a leg, Godspeed! 

Comments

Popular posts from this blog

Gemas Level: Dexamethason Dipanggil Dewa

Maafkan judulnya yang terlalu buruk. Namun level gemas saya memang sudah melebihi galaunya abege yang di-teman-pinjam-catatan-tapi-terus-terusan-zone-in sama gebetannya. Hampir setiap hari ada yang bertanya ke saya: obat buat radang, obat buat sakit gigi, obat yang katanya bisa bikin ini itu, bentuknya kecil warnanya hijau itu apa ya, Mbak?  Tidak dipungkiri bahwa saat ini kecepatan penyebaran informasi terjadi dengan frekuensi begitu tinggi terutama di era social media . Kita sangat mudah dalam mendapatkan segala informasi yang kita butuhkan termasuk tentang obat. Hanya diperlukan waktu beberapa menit saja untuk kita memasukkan keyword di kolom google search lalu memperoleh hasil yang kita inginkan. Namun yang tidak banyak kita sadari adalah validitas sumber yang dibaca. Hal ini akan menjadi sangat penting ketika informasi yang dicari adalah seputar kesehatan dan obat. Hasilnya? Banyak sekali penggunasalahan ( iya, sengaja, bukan penyalahgunaan ) obat karena  kita rajin ...

Sebuah PKPA, Sebuah Cerita

Sebenarnya postingan ini lebih bertujuan untuk memuaskan keinginan beberapa fans (baca: adik2 angkatan) yang penasaran bagaimana jalannya PKPA di Rumah Sakit. Sebagai kakak tingkat yang baik hati, budiwati, serta imut2, saya persembahkan waktu di antara membuat laporan dan menyelesaikan kasus ini untuk kalian. Dan karena saya PKPA di RSUD dr. Soetomo maka yang saya sampaikan adalah yang saya tahu dan beberapa pengamalan saya selama PKPA di rumah sakit termaktub di atas. Here it is! PKPA? Apaan sih? Oke, pertanyaan yang sangat serius sepertinya :P. PKPA adalah singkatan dari Praktek Kerja Profesi Apoteker, salah satu syarat memperoleh gelar apoteker dan di instansi saya (Fakultas Farmasi UGM) PKPA untuk mahasiswa minat Rumah Sakit dilaksanakan di tiga intansi pemerintah/swasta yaitu apotek, puskesmas, dan rumah sakit. PKPA Rumah Sakit, apa saja yang harus dipersiapkan? Otak, tenaga, waktu, biaya, dan the one in only: hati :) Di sana ngapain aja? Masuk ke poin utama ...

Dalam Dekapan Ukhuwah - Back Cover

karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu wasiat Sang Nabi rasanya berat sekali : "Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara" mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja menjadi kepompong dan menyendiri berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam bertafakur bersama, iman yang menerangi hati hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia Lalu dengan rindu kita kembali ke dekapan ukhuwah  mengambil cinta dari langit dan menebarkannya ke bumi dengan persaudaraan suci, sebening prasangka, selembut nurani sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji - Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A Fillah -