Skip to main content

point of no return

Ada saat di mana kita hanya butuh jalan terus, maju ke depan, terus, terus dan tanpa peduli apa yang akan kita temui dengan mengambil risiko terus maju. Mungkin ada pilihan mundur, dengan mundur mungkin kita bisa mengulang apa yang sudah kita lewatkan dan mengambil sisa-sisa yang berserakan untuk disatukan kembali. Mungkin dengan mundur kita bisa tahu kesalahan kita telah melewatkan beberapa kesempatan penting. Mungkin dengan mundur kita bisa tahu yang mana kawan sebenarnya dan yang mana kawan jadi-jadian. Mungkin dengan mundur kita bisa tahu segalanya, bisa melihat lebih dekat, lebih jelas.




Tapi keputusan memilih untuk berjalan terus, tidak dipilih semua orang. Jalan terus, walau dengan bekal seadanya. Jalan terus, dan siap dibasuh dengan cercaan, hinaan. Jalan terus, demi yang sudah ada di ujung sana. Jalan terus, demi memeluk hal-hal menakjubkan tak terduga di sudut sana. Jalan terus, demi waktu yang tidak pernah manja minta istirahat. Jala terus, demi bumi yang tidak pernah protes membagi rata siang dan malam.


Dan sering, kita harus berputar dulu menjadi sesuatu yang bukan kita demi menjadi diri kita lagi. I noted that.


Past the point of no return - no backward glances: the games we've played till now are at an end
Past all thought of "if" or "when" - no use resisting: abandon thought, and let the dream descend... [The Phantom of The Opera)


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gemas Level: Dexamethason Dipanggil Dewa

Maafkan judulnya yang terlalu buruk. Namun level gemas saya memang sudah melebihi galaunya abege yang di-teman-pinjam-catatan-tapi-terus-terusan-zone-in sama gebetannya. Hampir setiap hari ada yang bertanya ke saya: obat buat radang, obat buat sakit gigi, obat yang katanya bisa bikin ini itu, bentuknya kecil warnanya hijau itu apa ya, Mbak?  Tidak dipungkiri bahwa saat ini kecepatan penyebaran informasi terjadi dengan frekuensi begitu tinggi terutama di era social media . Kita sangat mudah dalam mendapatkan segala informasi yang kita butuhkan termasuk tentang obat. Hanya diperlukan waktu beberapa menit saja untuk kita memasukkan keyword di kolom google search lalu memperoleh hasil yang kita inginkan. Namun yang tidak banyak kita sadari adalah validitas sumber yang dibaca. Hal ini akan menjadi sangat penting ketika informasi yang dicari adalah seputar kesehatan dan obat. Hasilnya? Banyak sekali penggunasalahan ( iya, sengaja, bukan penyalahgunaan ) obat karena  kita rajin ...

Sebuah PKPA, Sebuah Cerita

Sebenarnya postingan ini lebih bertujuan untuk memuaskan keinginan beberapa fans (baca: adik2 angkatan) yang penasaran bagaimana jalannya PKPA di Rumah Sakit. Sebagai kakak tingkat yang baik hati, budiwati, serta imut2, saya persembahkan waktu di antara membuat laporan dan menyelesaikan kasus ini untuk kalian. Dan karena saya PKPA di RSUD dr. Soetomo maka yang saya sampaikan adalah yang saya tahu dan beberapa pengamalan saya selama PKPA di rumah sakit termaktub di atas. Here it is! PKPA? Apaan sih? Oke, pertanyaan yang sangat serius sepertinya :P. PKPA adalah singkatan dari Praktek Kerja Profesi Apoteker, salah satu syarat memperoleh gelar apoteker dan di instansi saya (Fakultas Farmasi UGM) PKPA untuk mahasiswa minat Rumah Sakit dilaksanakan di tiga intansi pemerintah/swasta yaitu apotek, puskesmas, dan rumah sakit. PKPA Rumah Sakit, apa saja yang harus dipersiapkan? Otak, tenaga, waktu, biaya, dan the one in only: hati :) Di sana ngapain aja? Masuk ke poin utama ...

Dalam Dekapan Ukhuwah - Back Cover

karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu wasiat Sang Nabi rasanya berat sekali : "Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara" mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja menjadi kepompong dan menyendiri berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam bertafakur bersama, iman yang menerangi hati hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia Lalu dengan rindu kita kembali ke dekapan ukhuwah  mengambil cinta dari langit dan menebarkannya ke bumi dengan persaudaraan suci, sebening prasangka, selembut nurani sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji - Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A Fillah -