Bagian tersedih seseorang dalam hidup bisa jadi karena
menjadi penyebab kesedihan orang lain. Yang sebenarnya tanpanya seseorang bisa
jauh lebih baik dari apa yang ada sekarang atau di masa lalu. Dan saat paling
bahagia dalam hidup seseorang ketika dia telah mampu melepaskan tali ikatannya
ke orang lain yang dia beri beban. Beban virtual yang memaksanya bertahan dan
tidak bisa melepaskan padahal mau. Dan mungkin, bagian terberat dari hidup
seseorang adalah dengan merelakan. Yang membuat bahagia seringkali terasa
berat. Padahal amat mudah bagi mereka yang mau berterimakasih kepada sisa-sisa.
Dan bebaslah, bebas. Ya kalau mau bersih-bersih, sih.
Manis. Tidak juga menjadi manis. Pahit. Tapi hidup. Kadang pahit yang mengobati. Seringkali pahit yang justru menyembuhkan. Apa gunanya manis kalau hanya maya. Maya dimana mana. Kapan saja. Dengan siapa saja dan cara apa saja. Mulai halusinasi. Terserang ilusi. Kontaminasi delusi. Seolah-olah menjadi orang yang benar. Seolah-olah menjadi yang terpilih. Bahagia dalam maya. Menangis dalam manis. Cuma bisa meringis ketika teriris. Maya maya maya. Semu semu semu. Manis manis manis. Tanpa permisi pergi. Tanpa undangan datang. Pahit. Menyembuhkan. Pahit. Membenarkan.
Comments
Post a Comment