Alhamdulillah.. Bersyukur seada-adanya ketika mengetahui baru saja melewati tahap demi tahap menuju keselarasan jiwa. Yup! Tanggal 18 Juli 2011 adalah saat saya mempertahankan semua pendapat-pendapat saya yang tertuang dalam “Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada Pengobatan Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Grhasia Yogyakarta Bulan Maret 2011” bukan hanya di depan dosen penguji namun juga di depan sekitar 30 teman-teman Farmasi.
Ngomong-ngomong tentang skripsi, sebenarnya saya sangat bersyukur dapat menyelesaikan “si imut” ini dengan topik skizofrenia. Awalnya saya hanya menonton film “A Beautiful Mind”. Ya, film dahsyat itu! Dan saya membayangkan alangkah asyiknya ketika meneliti hal-hal semacam itu. Tidak melulu soal berhubungan dengan mata kuliah. Kadang-kadang berpikir di luar kotak kebiasaan kamu itu diperlukan, saudara-saudara! Benar saja, ketika ada kesempatan untuk penelitian tentang skizofrenia, sikat saja. dan tahukan kalian betapa nikmatnya melakukan sesuatu yang kita cintai dan selalu kita lakukan dari hati? Apapun ujiannya, bagaimanapun susah caranya, semua bisa teratasi. Yes, everything is undercontrolled! Ketika sebagian teman saya berganti topik, berganti Rumah Sakit, bahkan berganti dosen pembimbing, saya tetap setia menemani pasien-pasien skizofrenia di Grhasia. Pelajaran pertama: always do them from your deepest heart, give them your soul, and fill them with your passion.
OK, skripsi selesai! Skripsi selesai dan hidup semakin rumit, whoohoo! Semua berawal hari ini ketika sedikit ngobrol dengan kakak tingkat yang mendapat beasiswa penuh ke Nijmegen, Netherland. Sebenarnya bukan hal baru mengetahui si kakak ini mau pergi ke Belanda. Hanya saja semakin hari si kakak ini semakin menginspirasi lewat perjuangannya, lewat ceritanya. Ya, saya butuh orang-orang seperti ini. Ada hasil nyata di depan mata dan yang paling penting adalah orang itu benar-benar ada, dekat di sekitar kita. Orang yang selalu mempercayai mimpi-mimpinya, yakin pada cita-citanya bahwa tidak ada yang tidak bisa. Awalnya saya hanya tersenyum ketika mendengar orang-orang semacam ini berujar. Tapi semakin ke sini, kenyataan semakin nyata, dan keajaiban itu memang ada! Cita-cita si kakak yang dari kecil ingin sekolah ke luar negeri, yang sekali lagi tampaknya cliché, sekarang benar-benar terjadi! Ya, mulai hari ini saya benar-benar akan menuliskan mimpi-mimpi saya di kertas, menempel gambar Big Ben di kamar saya. Dan meyakinkan di alam bawah sadar saya, bahwa saya pasti akan ke sana. Bahwa saya mampu mewujudkan mimpi-mimpi saya. Itu..
Posting kali ini memang agak random. Sangat random bahkan. Tapi saya senang, nggak masalah. Justru dengan begini saya merasa menjadi diri saya seutuhnya. Jujur. Kalau kata Ian di novel 5cm-nya Donny Dhirgantoro: DAN SEMUANYA AKAN LEBIH INDAH KALO LO TETEP JADI DIRI LO SENDIRI. Satu poinnya di sini adalah, bahwa setiap orang berhak bermimpi, bahwa setiap nyawa berhak memilih jiwanya masing-masing. Apapun itu, akan selalu ada jalan untuk keluar, akan selalu ada cara untuk mencapai apa yang kita inginkan selama kita masih mau hidup dan berbuat sesuatu sehingga kita bukan hanya menjadi seonggok daging, yang berjalan dan punya nama.
Selamat merancang jiwa-jiwa terindah, temans..

Comments
Post a Comment