Sebenarnya postingan ini lebih bertujuan untuk memuaskan keinginan beberapa fans (baca: adik2 angkatan) yang penasaran bagaimana jalannya PKPA di Rumah Sakit. Sebagai kakak tingkat yang baik hati, budiwati, serta imut2, saya persembahkan waktu di antara membuat laporan dan menyelesaikan kasus ini untuk kalian. Dan karena saya PKPA di RSUD dr. Soetomo maka yang saya sampaikan adalah yang saya tahu dan beberapa pengamalan saya selama PKPA di rumah sakit termaktub di atas. Here it is!
PKPA? Apaan sih?
Oke, pertanyaan yang sangat serius sepertinya :P. PKPA adalah singkatan dari Praktek Kerja Profesi Apoteker, salah satu syarat memperoleh gelar apoteker dan di instansi saya (Fakultas Farmasi UGM) PKPA untuk mahasiswa minat Rumah Sakit dilaksanakan di tiga intansi pemerintah/swasta yaitu apotek, puskesmas, dan rumah sakit.
PKPA Rumah Sakit, apa saja yang harus dipersiapkan?
Otak, tenaga, waktu, biaya, dan the one in only: hati :)
Di sana ngapain aja?
Masuk ke poin utama nih. Jadi PKPA di RS dr. Soetomo (RSDS) dibagi menjadi 3 kegiatan, anggap saja begitu, wawasan umum dan kuliah matrikulasi, kuliah pembekalan, dan studi kasus di lapangan. Namun perkenankan saya membahas sampai poin kedua dulu yah, poin ketiga membutuhkan aktivasi photographic memory saya yang sedang off saat ini, hehehe.
Minggu pertama dan kedua, kami dibekali mengenai aspek manajerial rumah sakit di sesi wawasan umum dilanjutkan dengan kuliah matrikulasi. Wow, ada kuliah matrikulasi? Iyaaaa. Kuliah ini fungsinya sebagai bridging, dari teori-teori yang sudah didapatkan di kampus dengan lapangan kerja yang nanti benar-benar akan dihadapi. Seberapa penting kuliah matrikulasi ini? Penting banget! Tanpa kuliah ini dijamin kita akan gagap-gagap nggak karuan ketika terjun ke lapangan nanti karena materi yang diberikan adalah yang benar-benar berhubungan dengan kasus yang nantinya akan dihadapi di dunia nyata. Woohoo! Yang perlu dipersiapkan: fisik dan mental yang kuat. Tips: selalu buka kembali materi kuliah matrikulasi pada malam harinya, karena sifat materi kuliah ini sangat volatil, percaya deh!
Poin kedua, kuliah pembekalan PKPA. Hah, kuliah lagi? Tenang, kalau di kuliah matrikulasi kita selalu berhadapan dengan textbook, di kuliah pembekalan ini kita diarahkan untuk lebih memahami apa yang ada di lapangan. Kita akan dikenalkan bagaimana cara membaca dan memahami rekam medik, bagaimana cara mengevaluasi terapi obat, membuat rencana monitoring dan pengobatan obat. Terdengar klinis sekali? Ya, memang. Tapi bukan berarti kita tidak dibekali aspek manajerial lho, hanya porsinya saja yang berbeda.
Fyi, belum pernah saya melihat farmasi klinik seperti di rumah sakit ini. di RS ini total ada 33 apoteker, dan 450 tenaga farmasi. Sebanyak itu apotekernya ngapain aja? Jangan salah... RSDS merupakan rumah sakit rujukan terakhir di Indonesia bagian Timur. Sebagai gambaran banyaknya pasien, setiap hari ada 3000 resep yang masuk di Instalasi Rawat Jalan dan ada kurang lebih 1600 tempat tidur di Instalasi Rawat Inap. Fyuuhh. Jadi jangan pernah berpikir ya, 33 apoteker itu ngapain aja?
Udah dulu ah, lanjut part 2 nya kapan-kapan. Wanna ask some questions? I do with my pleasure.
Salam hangat cinta kasih sayang dari Surabaya :)
Comments
Post a Comment