Skip to main content

A Slice of Spicy Morning

(Masih) tentang moving on, skripsi dan motivasi. Dan pagi itu rasanya dada dipenuhi oleh sejuta motivasi dan inspirasi. Mendengar kabar kakak tingkat yang selama ini banyak ngobrol denganku diterima beasiswanya di Belanda menjadikanku seperti hidup kembali. Hanya sebaris status facebook di pagi hari mampu membangkitkan lagi impian yang belakangan ini mati suri, dapat menarik kembali sejauh 5 cm ke depan dahi cita-cita yang kemarin sempat lari beberapa sentimeter ke belakang. Ya, sesederhana itu.


Beruntungnya, saat ini aku berada di posisi yang menurutku sudah benar. Benar dalam menggunakan logika perasaan yang sempat aku pertanyakan keberadaannya. Logika perasaan itu ternyata ada dan aku punya. Aku punya logika perasaan, yeah! Ketika kamu melakukan hal bodoh selama bertahun-tahun lalu teman-temanmu memberitahumu kalau kamu melakukan hal bodoh tapi kamu tetap melakukannya bertahun-tahun berikutnya, bukankah itu cukup membuatmu dipanggil si dungu oleh teman-temanmu? Bebal, keras kepala atau apalah namanya. Tapi itu bukan kesalahan, kan? Karena kebodohan memang bukan kesalahan. Ya untuk terakhir ini saja aku menyebut quote itu. Tidak akan lagi quote-quote dengan nada seperti itu karena sejatinya kemarin-kemarin aku hanya merasakan simpati yang berlebih kepadanya. Tidak akan ada lagi nada-nada risau karena yang sebenar-benarnya adalah aku hanya terlalu mengaguminya. And now, please allow me to rearrange everthing messy for all these years. Someday, when we (may) meet again, I hope each of us will have had our own better life, which is we’ll laugh and cry for a real friendship.


Terima kasih untuk siapa saja yang rela berbagi “ a slice of spicy morning”. Apapun bumbu kalian, bagaimanapun cara kalian untuk membuat pagi menjadi lebih indah adalah segalanya. Sekarang adalah saatnya untuk kita mau membahas persoalan, sudah bukan saatnya memelihara luka dan nanah tetap berdiam di bawah permukaan kulit yang akhirnya menjadi bengkak dan terasa sakit oleh perlakuan macam apapun.


Terakhir izinkan aku mengutip paragraf terakhir Kisah yang Luka karya Ustadz Salim A Fillah :
dalam dekapan ukhuwah, hindarkan diri dari kepengecutan dan mengeluhlah hanya pada yang mampu memberikan penyelesaian. Katakan saja, “Ya Allah, aku punya masalah besar”. Dan sebagai variasi yang manis, terkadang ucapkan juga, “Hai masalah, aku punya Allah Yang Mahabesar”.
Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal mawla wa ni’mannashir.. (Cukuplah Allah bagiku dan Dia sebaik-baik Pelindung dan Penolong)

Comments

Popular posts from this blog

Gemas Level: Dexamethason Dipanggil Dewa

Maafkan judulnya yang terlalu buruk. Namun level gemas saya memang sudah melebihi galaunya abege yang di-teman-pinjam-catatan-tapi-terus-terusan-zone-in sama gebetannya. Hampir setiap hari ada yang bertanya ke saya: obat buat radang, obat buat sakit gigi, obat yang katanya bisa bikin ini itu, bentuknya kecil warnanya hijau itu apa ya, Mbak?  Tidak dipungkiri bahwa saat ini kecepatan penyebaran informasi terjadi dengan frekuensi begitu tinggi terutama di era social media . Kita sangat mudah dalam mendapatkan segala informasi yang kita butuhkan termasuk tentang obat. Hanya diperlukan waktu beberapa menit saja untuk kita memasukkan keyword di kolom google search lalu memperoleh hasil yang kita inginkan. Namun yang tidak banyak kita sadari adalah validitas sumber yang dibaca. Hal ini akan menjadi sangat penting ketika informasi yang dicari adalah seputar kesehatan dan obat. Hasilnya? Banyak sekali penggunasalahan ( iya, sengaja, bukan penyalahgunaan ) obat karena  kita rajin ...

Kopiku

Manis. Tidak juga menjadi manis. Pahit. Tapi hidup. Kadang pahit yang mengobati. Seringkali pahit yang justru menyembuhkan. Apa gunanya manis kalau hanya maya. Maya dimana mana. Kapan saja. Dengan siapa saja dan cara apa saja. Mulai halusinasi. Terserang ilusi. Kontaminasi delusi. Seolah-olah menjadi orang yang benar. Seolah-olah menjadi yang terpilih. Bahagia dalam maya. Menangis dalam manis. Cuma bisa meringis ketika teriris. Maya maya maya. Semu semu semu. Manis manis manis. Tanpa permisi pergi. Tanpa undangan datang. Pahit. Menyembuhkan. Pahit. Membenarkan. 

Ulasan Kelas Reksadana Akber Salatiga

Posting ini dibuat karena permintaan seorang teman yang ingin sekali ikut kelas Akber Salatiga tanggal 22 Desember 2013 kemarin tapi tidak bisa datang karena suatu hal. Dalam coret-coretan kali ini bahasa yang digunakan suka-suka dan teramat awam. Namun penulis berusaha menyampaikan informasi sesuai kelas yang dibawakan Yulius Kurniawan, guru kelas Akber Salatiga. You've been warned. Baiklah, Mas Yuli membuka kelas dengan perkenalan. Ternyata dari 27 orang yang datang, 90% belum mempunyai reksadana. Untuk yang belum tahu, reksadana itu salah satu instrumen investasi, di samping saham, obligasi, emas, properti dll. Kalau tabungan itu produk perbankan, reksadana ini adalah produknya sekuritas meskipun kita bisa juga beli reksadana di bank-bank tertentu, tapi sekali lagi bukan produk perbankan ya. Bank-bank itiu hany bertindak sebagai selling agent yang bisa bantu kita kalo mau beli produk reksadana tertentu. Sebelum masuk kepada pembahasan reksadana, Mas Yuli mene...