Kadang apa yang kita ucapkan seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan. Katanya kadang tapi sering. Yeah, because we are all just an ordinary human being integrated with all of our weakness and goodness. Yet, we always try to prove those our own words become true. Wajar. Nggak enak kan dibilang menjilat ludah sendiri.
But, in some cases we have to lay our head down, mengakui bahwa kita manusia yang tidak berhak tidak mengakui kalau kita punya kelemahan. Everything has its own reason.
Adakalanya kita menyadari benar kelemahan kita, tahu bahwa yang diperbuat itu sebenarnya bisa diakali. Tapi ada situasi di mana kita tidak mempunyai kekuatan untuk itu. Seperti serdadu dan narapidana. Terpenjara dalam terali besi, berusaha mendobrak kekangan, namun hanya dengan sisa-sisa senjata yang ada. Tidak mampu mencapai ekspektasi normal.
And the only thing we can do is to follow our heart, intuition. Nothing wrong as long as we are holding on.
But, in some cases we have to lay our head down, mengakui bahwa kita manusia yang tidak berhak tidak mengakui kalau kita punya kelemahan. Everything has its own reason.
Adakalanya kita menyadari benar kelemahan kita, tahu bahwa yang diperbuat itu sebenarnya bisa diakali. Tapi ada situasi di mana kita tidak mempunyai kekuatan untuk itu. Seperti serdadu dan narapidana. Terpenjara dalam terali besi, berusaha mendobrak kekangan, namun hanya dengan sisa-sisa senjata yang ada. Tidak mampu mencapai ekspektasi normal.
And the only thing we can do is to follow our heart, intuition. Nothing wrong as long as we are holding on.
Comments
Post a Comment