Skip to main content

Mindtuition

Kadang apa yang kita ucapkan seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan. Katanya kadang tapi sering. Yeah, because we are all just an ordinary human being integrated with all of our weakness and goodness. Yet, we always try to prove those our own words become true. Wajar. Nggak enak kan dibilang menjilat ludah sendiri.

But, in some cases we have to lay our head down, mengakui bahwa kita manusia yang tidak berhak tidak mengakui kalau kita punya kelemahan. Everything has its own reason.

Adakalanya kita menyadari benar kelemahan kita, tahu bahwa yang diperbuat itu sebenarnya bisa diakali. Tapi ada situasi di mana kita tidak mempunyai kekuatan untuk itu. Seperti serdadu dan narapidana. Terpenjara dalam terali besi, berusaha mendobrak kekangan, namun hanya dengan sisa-sisa senjata yang ada. Tidak mampu mencapai ekspektasi normal.

And the only thing we can do is to follow our heart, intuition. Nothing wrong as long as we are holding on.

Comments

Popular posts from this blog

Gemas Level: Dexamethason Dipanggil Dewa

Maafkan judulnya yang terlalu buruk. Namun level gemas saya memang sudah melebihi galaunya abege yang di-teman-pinjam-catatan-tapi-terus-terusan-zone-in sama gebetannya. Hampir setiap hari ada yang bertanya ke saya: obat buat radang, obat buat sakit gigi, obat yang katanya bisa bikin ini itu, bentuknya kecil warnanya hijau itu apa ya, Mbak?  Tidak dipungkiri bahwa saat ini kecepatan penyebaran informasi terjadi dengan frekuensi begitu tinggi terutama di era social media . Kita sangat mudah dalam mendapatkan segala informasi yang kita butuhkan termasuk tentang obat. Hanya diperlukan waktu beberapa menit saja untuk kita memasukkan keyword di kolom google search lalu memperoleh hasil yang kita inginkan. Namun yang tidak banyak kita sadari adalah validitas sumber yang dibaca. Hal ini akan menjadi sangat penting ketika informasi yang dicari adalah seputar kesehatan dan obat. Hasilnya? Banyak sekali penggunasalahan ( iya, sengaja, bukan penyalahgunaan ) obat karena  kita rajin ...

Konseling Farmasi : Emang Ada?

Awalnya saya juga heran dengan mata kuliah yang satu ini. Konseling farmasi? Apaan sih? Aneh banget. Setahu saya, konseling itu ya dengan psikolog, psikiater. Topiknya seputar kepribadian, masalah pribadi, pokoknya jauh-jauh deh dari dunia farmasi. Mana ada konseling farmasi? Mana bisa apoteker melakukan konseling? Mau minta bantuin nulis rumus-rumus kimia mungkin ya. Atau konsultasi bagaimana cara cepat menghafal obat :p. Ternyata eh ternyata, sekarang, hampir setiap hari saya berakrab-akrab dengan yang namanya konseling farmasi. Ternyata dunia farmasi tidak melulu soal rumus kimia, sintesis obat, atau penelitian menemukan obat kanker. Bahwa ternyata ada yang jauh lebih penting dari itu. Bagi teman-teman yang belum tahu, dulu kegiatan kefarmasian memang berorientasi kepada produk. Penelitian-penelitian dilakukan untuk mengembangkan produk obat yang diinginkan, menciptakan obat baru yang belum ada. Sudah. Sampai situ saja. Menjadi pertanyaan besar adalah, lalu produk-produk canggih...

Bobok Lama

Mungkin kata orang benar ya, kalau udah terlalu capek, tidak tahu harus mana dulu yang dikerjakan padahal ada banyak yang perlu dikerjakan di depan mata. Sama yang terjadi pada yang punya blog  ini ( alasan banget! ). Ini adalah rekor terlama ( kayaknya sih ) blog ini tidak ada postingan baru. Ya memang awalnya cuma untuk nulis kalau pas lagi gemregah aja sih, hehehe.  Tapi, tapi, tapi, di 2017 ini akan ada perubahan nasib pada blog ini. At least, tidak akan ongkang-ongkang setahun lamanya. Banyak sekali yang terjadi di tahun 2016 dan tidak sempat saya abadikan dalam postingan blog. Di 2017 ini niat dan inginnya sudah bulat untuk kembali mengisi blog ini dengan cerita apapun yang terjadi selama 2016 dan seterusnya.  Jadi, aku sudah bangun dari bobok yang (terlalu) lama. Nantikan! :)