Just because being alone, doesn't mean that we are fulled of loneliness.
Paling tidak quote itu bisa sedikit menghibur. Menghibur atau alibi? Hehe. Ada masanya kita bertemu dengan sahabat setiap hari, setiap jam malah. Berbodoh bodoh bersama, menggila bersama, yang ada hanya hahaha hihihi. Kalau tidak ketemu sehari saja rasanya ada yang aneh. Pasti ada yang aneh. Dan menimbulkan prasangka yang iya iya :)
But time goes on. Jarum jam tidak pernah mau berhenti (kecuali low batt :p) siang selalu membagi adil jatah "terjaga"-nya dengan malam.
Lalu kesibukan menjadi alibi yang lain. Kalau sudah ada sisipan kata "sibuk", kita bisa apa sih?
Ketemuan yuk|sori, aku sibuk banget nih. Eh ntar makan siang bareng aja biar sekalian ngobrol|aduh,sori lagi nggak ada waktu nih sibuk banget. Ya udah, ntar teleponan aja ya malem gitu biar udah nggak sibuk|aku capek banget karena sibuk seharian. Oh yaudah deh, kapan-kapan aja berarti ntar smsan aja|sori ya kalau aku nggak bales,berarti lagi sibuk.
Ummm. Ada juga masanya ke mana-mana kita seorang diri. Melakukan apapun sebagai single fighter. Lone ranger, kira-kira begitu Arai menamainya. Tidak ada yang salah memang, tapi ada yang kurang. Whom can we share the happiness or the missery with? Sama gadget. Ooohh, how I hate to say this.
The point is.... Bahwa merasa sendirian itu nggak enak jenderal! In my humble opinion, feeling lonely is the same feeling as we are being left. Yup, seperti merasa ditinggalkan. Celingak celinguk tapi seolah olah tidak ada orang yang kenal. Ingin ngobrol tapi yang ada hanya pohon. To leave is to die a little.
I'm not lonely, Iam (just) alone - kata Anne Hathaway di film One Day. Apakah ini alibi selanjutnya?
Paling tidak quote itu bisa sedikit menghibur. Menghibur atau alibi? Hehe. Ada masanya kita bertemu dengan sahabat setiap hari, setiap jam malah. Berbodoh bodoh bersama, menggila bersama, yang ada hanya hahaha hihihi. Kalau tidak ketemu sehari saja rasanya ada yang aneh. Pasti ada yang aneh. Dan menimbulkan prasangka yang iya iya :)
But time goes on. Jarum jam tidak pernah mau berhenti (kecuali low batt :p) siang selalu membagi adil jatah "terjaga"-nya dengan malam.
Lalu kesibukan menjadi alibi yang lain. Kalau sudah ada sisipan kata "sibuk", kita bisa apa sih?
Ketemuan yuk|sori, aku sibuk banget nih. Eh ntar makan siang bareng aja biar sekalian ngobrol|aduh,sori lagi nggak ada waktu nih sibuk banget. Ya udah, ntar teleponan aja ya malem gitu biar udah nggak sibuk|aku capek banget karena sibuk seharian. Oh yaudah deh, kapan-kapan aja berarti ntar smsan aja|sori ya kalau aku nggak bales,berarti lagi sibuk.
Ummm. Ada juga masanya ke mana-mana kita seorang diri. Melakukan apapun sebagai single fighter. Lone ranger, kira-kira begitu Arai menamainya. Tidak ada yang salah memang, tapi ada yang kurang. Whom can we share the happiness or the missery with? Sama gadget. Ooohh, how I hate to say this.
The point is.... Bahwa merasa sendirian itu nggak enak jenderal! In my humble opinion, feeling lonely is the same feeling as we are being left. Yup, seperti merasa ditinggalkan. Celingak celinguk tapi seolah olah tidak ada orang yang kenal. Ingin ngobrol tapi yang ada hanya pohon. To leave is to die a little.
I'm not lonely, Iam (just) alone - kata Anne Hathaway di film One Day. Apakah ini alibi selanjutnya?
Comments
Post a Comment