Kalau saja aku mengenalmu sejak lama, mungkin aku bisa lebih tega daripada sekarang kawan. Masalahnya aku belum terlalu mengenal siapa dirimu. Kita hanya sebatas bertegur basa basi jika bertemu, tidak lebih dari canda tawa. Tapi aku rasa aku belum terlalu terlambat untuk mengatakan hal ini, karena kamu adalah temanku.
Aku tidak tahu mengapa ada orang seperti kamu dan seperti dia. Ya, dia yang kamu anggap pelindung namun justru melukaimu. Dia yang kamu bilang selalu bisa memberikan apa yang tidak kamu terima dari orang lain tapi justru menusukmu dari belakang. Dia yang selalu kamu hormati dan kamu hargai namun dia juga yang menghancurkan kepercayaan, respect-mu begitu saja, seenak hatinya pula. Aku tidak habis pikir dan benar-benar tidak mengerti mengapa ada orang seperti dia. Dia yang selalu memintamu memberitahukan apa yang yang sedang kamu lakukan, di mana kamu sekarang, dengan siapa kamu makan, siapa yang hari ini telepon atau sms-an sama kamu. Dan yang paling naif adalah ketika kamu bercerita bahwa kamu juga harus mengirimkan foto kamu setiap harinya full body hanya untuk tahu hari ini kamu memakai baju apa, hanya untuk memastikan bahwa lengan atau betis kamu tidak terlihat orang lain.
Tapi lebih dari itu semua, aku benar-benar heran mengapa kamu betah diperlakukan seperti itu? Apa yang membuatmu bertahan kawan? Hey, kamu sendiri yang bercerita bahwa dia pernah mengucapkan kata-kata kasar kepadamu, padahal saat itu dia berstatus sebagai pacar kamu. Pacar macam apa itu?
Pada titik ini aku tidak mau lagi membahas alasan mengapa kamu bisa bertahan selama itu. Menjadi hal yang sia-sia sepertinya kalau aku masih saja membahasnya. Poinnya di sini adalah tentang membuka mata, bukan yang lain. Ya, kamu tidak harus melakukan apa-apa kok. Just open your eyes by your deepest heart. Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, vice versae.
Hal yang sangat merugikan ketika kamu masih saja berpijak di titik yang sama sementara semua orang sudah mengambil langkah kedua, ketiganya. Bahkan dia sudah melangkah jauh, jauuuuh di depan kamu.
Kalau saja dengan menyesali kejadian itu sampai sekarang bisa mengembalikan keadaan menjadi lebih baik, semua orang akan melakukannya. Tapi apa? Mereka nggak mau melakukan itu semua. It’s like a wild goose chase, girl! All your efforts will be in vain.
All you have to do is to face it. Just face it! Don’t ever try to forget it. Never! And by the time you realize all your mistake, you’ll be able to spread your smile again. Trust me, it works!
Aku tidak tahu mengapa ada orang seperti kamu dan seperti dia. Ya, dia yang kamu anggap pelindung namun justru melukaimu. Dia yang kamu bilang selalu bisa memberikan apa yang tidak kamu terima dari orang lain tapi justru menusukmu dari belakang. Dia yang selalu kamu hormati dan kamu hargai namun dia juga yang menghancurkan kepercayaan, respect-mu begitu saja, seenak hatinya pula. Aku tidak habis pikir dan benar-benar tidak mengerti mengapa ada orang seperti dia. Dia yang selalu memintamu memberitahukan apa yang yang sedang kamu lakukan, di mana kamu sekarang, dengan siapa kamu makan, siapa yang hari ini telepon atau sms-an sama kamu. Dan yang paling naif adalah ketika kamu bercerita bahwa kamu juga harus mengirimkan foto kamu setiap harinya full body hanya untuk tahu hari ini kamu memakai baju apa, hanya untuk memastikan bahwa lengan atau betis kamu tidak terlihat orang lain.
Tapi lebih dari itu semua, aku benar-benar heran mengapa kamu betah diperlakukan seperti itu? Apa yang membuatmu bertahan kawan? Hey, kamu sendiri yang bercerita bahwa dia pernah mengucapkan kata-kata kasar kepadamu, padahal saat itu dia berstatus sebagai pacar kamu. Pacar macam apa itu?
Pada titik ini aku tidak mau lagi membahas alasan mengapa kamu bisa bertahan selama itu. Menjadi hal yang sia-sia sepertinya kalau aku masih saja membahasnya. Poinnya di sini adalah tentang membuka mata, bukan yang lain. Ya, kamu tidak harus melakukan apa-apa kok. Just open your eyes by your deepest heart. Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, vice versae.
Hal yang sangat merugikan ketika kamu masih saja berpijak di titik yang sama sementara semua orang sudah mengambil langkah kedua, ketiganya. Bahkan dia sudah melangkah jauh, jauuuuh di depan kamu.
Kalau saja dengan menyesali kejadian itu sampai sekarang bisa mengembalikan keadaan menjadi lebih baik, semua orang akan melakukannya. Tapi apa? Mereka nggak mau melakukan itu semua. It’s like a wild goose chase, girl! All your efforts will be in vain.
All you have to do is to face it. Just face it! Don’t ever try to forget it. Never! And by the time you realize all your mistake, you’ll be able to spread your smile again. Trust me, it works!
![]() |
| OK, Girl! Good luck.. |



kq sepertinya pernah denger cerita ini..sangat familiar..bau2nya based on true story ni..tp true storynya siapa ya??
ReplyDelete*amnesia
true story nya seorang teman yang diharapkan move on oleh temannya.. karena masih ada langit biru di sana dan bumi masih dipijak :)
ReplyDeletehmm...masih penasaran kenapa cerita ini baru di publish sekarang??bukankah kisah ini sudah terjadi beberapa bulan lalu??
ReplyDelete*menurut feeling saya kejadiannya uda agak lama
to mbak dinar hp: maaf, itu sepertinya menjadi hak penulis sepenuhnya.. inspirasi dan mood bisa datang kapan saja tanpa ada yang menyuruh keluar :)
ReplyDelete